Selain Rambu Solo’, masyarakat Toraja juga memiliki upacara adat yang disebut Rambu Tuka’. Jika Rambu Solo’ berkaitan dengan kematian, maka Rambu Tuka’ merupakan upacara adat yang berhubungan dengan sukacita, kehidupan, dan rasa syukur.
Upacara ini juga dapat ditemukan di sekitar Ke'te' Kesu' karena kawasan tersebut masih sangat menjaga tradisi budaya Toraja.
Pengertian Rambu Tuka’
Rambu Tuka’ adalah upacara adat Toraja yang dilakukan untuk merayakan kebahagiaan atau keberhasilan tertentu, seperti:
Peresmian rumah adat Tongkonan
Pernikahan
Syukuran keluarga
Panen berhasil
Kelahiran
Naik jabatan atau keberhasilan lainnya
Kata “Rambu” berarti asap atau sinar matahari, sedangkan “Tuka’” berarti naik. Karena itu, Rambu Tuka’ sering diartikan sebagai upacara yang dilaksanakan saat matahari naik atau mengarah ke kehidupan dan kebahagiaan.
Pelaksanaan Rambu Tuka’
1. Persiapan Acara
Keluarga mempersiapkan:
Tempat acara
Makanan tradisional
Pakaian adat Toraja
Hewan kurban seperti babi atau kerbau
Biasanya acara dilakukan di sekitar Tongkonan sebagai pusat keluarga adat.
2. Penyambutan Tamu
Keluarga dan masyarakat datang membawa hadiah atau bantuan sebagai tanda kebersamaan dan dukungan sosial.
Suasana Rambu Tuka’ lebih meriah dibanding Rambu Solo’ karena dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan.
3. Tarian dan Musik Tradisional
Pelaksanaan Rambu Tuka’ biasanya diiringi:
Tari Ma’badong
Musik tradisional Toraja
Nyanyian adat
Doa syukur
Masyarakat mengenakan pakaian adat lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.
4. Pengorbanan Hewan
Dalam beberapa acara besar, dilakukan penyembelihan babi atau kerbau sebagai simbol:
Rasa syukur
Penghormatan kepada tamu
Status sosial keluarga
Namun jumlah hewan kurban biasanya tidak sebanyak pada Rambu Solo’.
5. Makan Bersama
Setelah prosesi adat selesai, seluruh tamu dan masyarakat akan makan bersama. Hal ini melambangkan:
Persatuan
Kebersamaan
Kekeluargaan masyarakat Toraja